BENGKULU UTARA, FR.Com – Skandal dugaan penyimpangan dan pengrusakan aset daerah merebak di Kabupaten Bengkulu Utara. Penyaluran bantuan revitalisasi pendidikan dari Pemerintah Pusat yang dikelola Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara kini menuai sorotan tajam. Alih-alih membawa kemajuan, proyek pembangunan gedung PAUD di Desa Sukarami, Kecamatan Air Padang, justru mengeksekusi langkah brutal: menghancurkan aset milik desa yang masih kokoh dan layak pakai demi proyek baru.
Penelusuran di lapangan mengungkap fakta mencurigakan. Pelaksana proyek nekat meratakan bangunan milik Desa Sukarami hingga rata dengan tanah. Padahal, tepat di sekitar lokasi, membentang lahan kosong yang sangat memadai untuk mendirikan gedung baru tanpa harus menumbalkan fasilitas desa yang ada.
Kepala Desa Sukarami, Admihariyono, meledak saat memberikan konfirmasi resmi melalui telepon dan WhatsApp. Ia secara tegas mengutuk aksi unprosedural yang terjadi di wilayahnya.
“Saya sudah berpesan dan menjelaskan dengan baik kepada pihak pengelola/guru PAUD, jangan pernah menghancurkan bangunan yang sudah berdiri dan menjadi milik desa itu. Bangunlah gedung baru di atas tanah yang masih kosong di sekitar lokasi PAUD itu, kan masih banyak yang kosong,” tegas Kades Admihariyono.
Skandal ini makin membara lantaran eksekusi penghancuran dilakukan secara ‘kucing-kucingan’ tanpa sepengetahuan pemerintah desa setempat.
“Sampai saat ini saya tidak tahu-menahu kalau bangunan milik desa itu sudah diratakan tanah. Kenapa harus dihancurkan? Padahal arahan saya jelas sekali,” lanjutnya menumpahkan kekecewaan.
Tindakan seenaknya ini memicu gelombang kecurigaan publik terkait pengelolaan anggaran dari Pemerintah Pusat. Menghancurkan aset yang masih layak demi membangun di titik yang sama—saat lahan kosong melimpah—mengindikasikan adanya dugaan pemborosan uang negara secara ugal-ugalan serta pengabaian aturan kepemilikan aset desa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pembangunan maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara masih bungkam dan belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan di balik pembongkaran misterius tersebut. Tim redaksi terus mengawal skandal ini dan tetap membuka ruang konfirmasi bagi pihak-pihak terkait. (Red)

















