INDONESIA, FAST RESPONS.COM – “Resolusi Generasi Muda di 2026” Wawancara ini membahas peran, tantangan, dan harapan generasi muda, khususnya di Bengkulu, dalam menghadapi dinamika kebijakan publik dan pembangunan menuju tahun 2026.
Narasumber Dian Fitri Kulyatul Huda, sebagai staf anggota DPD RI termuda, menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam mendukung kerja-kerja lembaga negara serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat.
Generasi muda diharapkan aktif berkontribusi, baik sebagai staf, relawan, maupun warga yang peduli terhadap isu kebijakan publik. Tantangan yang dihadapi anak muda antara lain keterbatasan pengalaman, tekanan kerja, minimnya ruang partisipasi, serta masih adanya sikap apatis terhadap politik dan kebijakan.
Isu yang paling sering disuarakan masyarakat Bengkulu, khususnya anak muda, meliputi lapangan kerja, pendidikan, pengembangan kapasitas diri, dan akses peluang ekonomi.
Digitalisasi menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi secara kreatif dan efektif tanpa harus terjun langsung ke politik praktis. Mbak Dian juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan anak muda melalui ruang dialog yang terbuka, dukungan terhadap inovasi, serta pelibatan generasi muda secara bermakna dalam pembangunan daerah.
Sebagai pesan penutup, Mbak Dian menyampaikan bahwa kesempatan tidak datang dengan sendirinya, tetapi akan datang kepada mereka yang mau berusaha dan terus bergerak. Resolusi yang diharapkan bagi generasi muda menuju 2026 adalah menjadi pribadi yang bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi sesama anak muda dan generasi lainnya, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa dengan semangat optimisme dan tanggung jawab. (Red)

















